Peranan Kampanye PR untuk Memenangkan Persaingan

Standar

Peranan Kampanye PR untuk Memenangkan Persaingan
A. KAMPANYE PR DALAM PRAKTIK
Peranan pokok atau tanggung jawab PR atau pejabat humas adalah bagaimana menciptakan kepercayaan, goowill, dan kejujuran dalam menyampaikan pesan atau informasi, serta publikasi yang positif kepada public (khalayak) yang didukung dengan kiat dan taktik serta teknik dalam berkampanye untuk memperoleh citra. Disinilah seorang praktisi PR harus mampu ‘memprediksi’ dan waskito’ atau mampu meramalkan dan melihat jauh kedepan. Artinya, PRO/ pejabat humas dituntut proaktif dan beradaptasi untuk menghadapi gejala-gejala atau kecendrungan tertentu, akibat terjadi pergeseran nilai-nilai dan keinginan konsumen, individu serta masyarakat, perubahan ternd dunia bisnis, bidang politik, dan peraturan atau kebijakan pemerintah yang kadangkala membingungkan.
Selain itu, public relation juga harus mampu menghadapi iklim kompetitif yang cukup tajam, bahkan keras untuk merebut pangsa pasar yang kian semakin ketat. Semuanya itu akan dapat mmpengaruhi kebijakan (policy), aktivitas, dan operasional bisnis perusahaan serta berupaya meningkatkan teknik dan kiat untuk mengadakan kampanye PR sebagai salah satu sarana untuk mengatasi persaingan kian ketat tersebut, termasuk meraih keuntungan, kepercayaan, dan memperoleh citra.
B. DEFINISI DAN OBJEK KAMPANYE PR
Kampanye public relatios (PR campaign) dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan peengetahuan khalayak sasaran (target audience)n untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities) agar tercipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan.
Dalam arti umum atau luas, kampanye public relations tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengartian dan motivasi masyarakat uterhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui proses dan teknik komuniasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai piublisitas dan citra yang positif.
1. Kampanye yang dikenal
Kegiatan kampanye biasanya memuncak dalam even tertentu untuk menarik perhatian, dukungan, pemahaman, dan meningkatkan kesadarn, sekaligus mempengaruhimasyarakat tentang suatu isu, tema, dan topic tertentu, seperti sebagai berikut:
1. Kampanye pemilu
2. Kampanye KB nasional
3. Kampanye gerakan disiplin nasional (GDN)
4. Kampanye gerakn gemar menabung nasional
5. Kampanye mencegah HIV/AIDS
6. Kampanye kadarkum(kesadaran hukum)
7. Kampanye anti merokok
8. Kampanye olahraga

2. Proses dan bentuk kampanye
Proses kampanye melalui proses tersebut, antara lain merupakan penyebaran informasi, pengetahuan, gagasan, atau ide untuk membangun atau menciptakan kasadaran atau pengertian melalui teknik komunikasi. Sedangkan bentuk dan komunikasidalam melakukan kampanye sebagai berikut:
1. Komunikasi intrapersona
2. Komunikasi antarpesona (face to face)
3. Komunikasi kelompok (group communication)
4. Komunikasi massa ( mass communication)
5. Komunikasi media massa dan media nirmassa

C. MODEL PROSES KOMUNIKASI UMUM (KAMPANYE)
Sebagai perbandingan dalam proses komunikasi ditampilkan sebuah model proses komunikasi umum yang biasa dipakai dalam praktik proses penyampaian pesan oleh Everett M. Rogers dan W. Floyd Shoemaker melalui bukunya yang berjudul communication of innovations (New York: Free Press, 1971), dengan menampilkan a common model of communication process is that of source-message receiver-effects atau dikenal dengan formula S-M-C-R-E, yaitu merupakan suatu model komunikasi yang sama atau mirip pada unsure-unsur pembaruan komunikasi yang tersebar.
D. METODE KAMPANYE PUBLIC RELATIONS
Metode kampanye public relations dilakukan secara berencana, memotivasi, psikilogis, dan dilakukan berulang-ulangserta kontinyue (repetition and continue). Sebaliknya jika kampanye tersebut dilakukan dengan cara insidentil atau hanya dilakukan sekali, tertentu dan terbatas maka hal ini jelas tidak bermanfaat atau kurang berhasil untuk menggolkan suatu tema, materi dan tujuan kampanye.

E. TEKNIK BERKAMPANYE
Untuk berhasuknya suatu persuasi dalam berkampanye melalui berbagai teknik agar dalam penyampaian pesan (message) kepada audiensnya cukup efektif, antara lain beberapa teknik kampanye yang lazim dipergunakan dalam kegiatan public relations atau periklanan yaitu sebagai berikut:
a. Partisipasi
Partisipasi yaitu teknik mengikutsertakan (partisipasi)atau peran serta komunikasi atau audiens yang memeancing minat atau perhatian yang sama kedalam suatu kegiatan kampanye dengan tujuan untuk menumbuhkan saling pengertian, menghargai, kerjasama, toleransi.
b. Asosiasi
Yaitu menyajikan isi kampanye yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau objek yang tengah ramai atau sedang “in“ dibicarakan agar dapat memancing perhatian masyarakat. Misalnya “three in one” maka orang akan ingat akan pembatasan penumpang mobil pribadi yang melewati jam tertentu dikawasan jalan protocol dijakarta

c. Teknik integrative
Teknik ini bagaimana untuk menyatukan diri (komunikator) kepada khalayak secara komunikatif dengan mengucapkan kata-kata kita, kami, anda sekalian atau untuk anda, dan sebagainya, yang artinya mengandung makna bahwa yanf dsampaikan pihak komunikator bukan untuk kepentingan dirinya atau peruasahaanya, atau bukan untuk mengambil keuntungan sepihak, tetapi mengambil manfaat secara bersama, demi untuk kepentingan bersama.
d. Teknik ganjaran
Teknik ganjaran yang dimaksud untuk mempengaruhi komunikan dengan suatu ganjaran (pay off) atau menjanjikan sesuatu dengan “iming-iming hadiah” dan lain sebagainya dengan dua kenungkinan :
1. Bisa berupa benefit (manfaat, kegunaan, dsb.
2. Bisa berupa ancaman, kekhwatiran, dan suatu yang menakutkan.
e. Teknik penataan patung es
Hal ini merupakan suatu upaya dalam menyampaikan pesan suatu kampanye sedemikian rupa sehingga enak dilihat, dibaca, dirasakan dsb. Teknik penataan patung es merupakan to ice atau menolak balok es yang dibentuk sedemikian rupa dan dibuat menjadi menarik misalnya menggambarkan sepasang pengantin, atau bentuk-bentuk lainya dibantu dengan pencahayaan yang berwarna-warni sehingga menarik perhatian.
f. Memperoleh empati
Suatu teknik kampanye dalam menempatkan diri dalam posisi komuniakn, ikut merasakan dan peduli situasi atau kiodisi pihak komunikan. Biasanya dalam public relation dikenal dengan social responsibility and humamity relations
g. Teknik koersi atau paksaan
Dalam komunakasi melakukan kampanye lebih menekankan suatu “paksaan” yang dapat menimbulkan suatu rasa ketakutam atau kekhwatiran bagi pihak bagi komunikan bagi yang tidak mau tunduk melalui suatu ancaman tertentu

F. MATERI DAN ISI PROGRAM KAMPANYE
Materi dan isi kampanye tersbut biasanya menyakut
 Tema, topic dan isu apa yang ingin diangkat kepermukaan agar mendapat tanggapan dan respon
 Tujuan dari kampanye
 Program atau perencanaan acara dalam kampanye
 Sasaran dari kampanye yang hedak dicapai.
Komponen-komponen setiap langkah pengguanaan program kampanye tersebut dibentuk secara berangkai mulsi dari:
 Analisis situasi dan audit komunikasi
 Merumuskan tujuan dan target waktunya
 Menentukan publiknya
 Menentukan media
 Menetapkan anggaran
 Memprogram kegiatan kampanye
 Analisis hasil dari program tersebut dan aplikasinya, berhasil atau tidaknya berdasarkan planning your work and working your plan


2 responses »

  1. halo_
    pembahasan atau artikel tentang PR memang udah banyak. tapi mungkin pembahasannya aga lebih menarik agar pembaca lebih mudah untuk memahami. soalnya, ada kata2 yang susah untuk di mengerti. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s