reputasi

Standar

oleh: Erwin Arianto
Kanal: Opini

Banyak saat ini pemimpin atau pun kita sendiri sibuk membenahi reputasi. Apa sih reputasi itu? Reputasi merujuk pada semua pendapat orang lain tentang prestasi, mencakup pencitraan dan pengenalan konsepnya atau secara singkat dapat di definisikan pandangan orang atau khalayak tentang karakter atau kualitas kepribadian kita. Saat ini teknik pencitraan reputasi menjadi seuatu komoditas yang dengan lahap di konsumsi oleh oleh kita, pebisnis, pekerja, pemimpin atau siapapun, untuk memperoleh dan melindungi kepentingan tertentu.

Saat ini banyak kita lihat iklan calon presiden di televisi, ini adalah salah satu contoh cara untuk meningkat kan citra sosial yang lebih baik, untuk tujuan tertentu. agar citra sosial yang ditampilkan lewat serangkaian aktivitas public relation dapat membentuk opini publik tentang “seseorang” atau “sesuatu”. Soal apakah reputasi ciptaan itu sesuai atau tidak dengan realitas dan kebenaran, menjadi urusan nomor dua.

Mengapa harus memperbaiki reputasi melalui berbagai macam teknik public relation atau cara manipulasi lainya. Keharuman reputasi diperlukan selama apa yang ingin kita realisasikan membutuhkan keterlibatan orang lain.

Keharuman reputasi merupakan bagian dari sumber daya yang kita miliki untuk bisa menciptakan kredibilitas dari orang lain kepada kita. sumber daya itu bisa digunakan atau akan berguna sebagai bagian dari solusi hidup yang dibutuhkan sekarang atau nanti.

Apa sih keuntungan kalau kita memiliki reputasi? Reputasi yang bagus tidak hanya akan meningkatkan nilai diri kita, namun juga nilai dari apa-apa yang kita hasilkan. Sehingga untuk melengkapinya, maka perlulah kita berkemampuan untuk secara konsisten menciptakan hasil tepat seperti yang diharapkan atas diri kita.

Ada semacam paradoks yang berkembang dalam pengelolaan reputasi, bahwa semakin dibutuhkan, reputasi cenderung semakin sulit untuk dikelola. Yang jelas, kehilangan reputasi yang baik jauh lebih gampang dibanding usaha untuk membangunnya. Sebagian orang menyatakannya dalam metafora, dibutuhkan sepuluh tahun untuk membangun reputasi yang baik, tetapi cukup satu menit saja untuk meruntuhkannya. Mempertahankan reputasi seseorang tidaklah mudah, apalagi mempertahankan reputasi yang baik dari perusahaan.

Oleh karena itu kita perlu memelihara reputasi kita. Tentu yang dimaksud reputasi di sini adalah reputasi yang baik, harum, dan positif. Kalau yang buruk, jangan dipelihara, mendingan dihapus lalu diganti dengan yang baik.

Nah, untuk itu juga tidak mudah, bahkan lebih berat. Sangat mungkin, dibutuhkan tenaga,waktu, pikiran, dan biaya yang tidak sedikit. Harus diakui mengelola reputasi bukanlah pekerjaan yang mudah.

Bila ingin mengelola reputasi, segera ingat- ingatlah reputasi yang melekat pada diri Anda. Hitung untung dan ruginya, pilih dan pilah semuanya.

Pertahankan reputasi baik yang melekat pada diri kita dan segera perbaiki atau tinggalkan reputasi buruk yang melekat padakita, memang agak susah tapi kalau kita konsisten merubah reputasi buruk kita, bukan kah tidak mungkin untuk menghilangkan atau mengubahnya. Reputasi bukanlah sekedar masalah kepercayaan diri tetapi menyangkut jalinan yang didasarkan atas kepercayaan (trust) dan integritas.

Setiap orang memiliki track record atau yang lebih dikenal dengan reputasi.

Reputasi merupakan pendapat umum atau pendapat orang lain tentang karakter atau kualitas kita. Ada yang memiliki reputasi baik, namun ada juga yang memiliki reputasi buruk. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa mengontrol pendapat orang lain tentang kita tetapi kita bisa mengontrol apa yang kita lakukan, yaitu segala sesuatu yang akan menjadi bahan kesimpulan pendapat orang lain tentang kita.

Reputasi yang kuat dibangun dari tindakan kita sehari-hari yang konsisten dengan tata nilai yang ada tidak cukup satu gebrakan saja. Diperlukan segmentasi dan penentuan skala prioritas. membangun reputasi dibutuhkan komunikasi yang proaktif dan terencana dengan baik. Oleh karena itu, baiklah kita hati-hati dengan hidup kita ini. Dalam melakukan segala sesuatu, jangan hanya berpikir untuk kepentingan jangka pendek saja. Berpikirlah untuk jangka panjang, selaraskan apa yang kita lakukan saat ini dengan reputasi baik kita. Lalu bagaimana dengan reputasi anda?

“Diperlukan waktu puluhan tahun untuk membangun reputasi dan 5 menit untuk menghancurkannya.”

“Reputasi yang baik susah didapatkan, reputasi yang buruk susah dihilangkan”

“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s