Bahas Tuntas Fenomena Indigo

Standar

Anak indigo adalah suatu konsep zaman baru (New Age) tentang anak-anak yang memiliki karakteristik berbeda dari anak-anak seusianya. Anak  indigo memiliki sifat unik yang membedakan generasinya dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo (biru gelap) ini sebenarnya menunjukkan warna aura dalam warna kehidupan mereka. Selain itu,  Indigo sendiri juga terkait dengan indra keenam yang terletak pada cakra mata ketiga. Cakra ini dapat menggambarkan intuisi dan kekuatan batin yang luar biasa tajam yang melebihi kemampuan orang kebanyakan.

Read the rest of this entry

PENELITIAN DAN DAMPAK JEJARING SOSIAL

Standar

Penelitian dan Dampak Jejaring sosial – Dunia Internet merupakan hutan belantara. Di dalam hutan tersebut terdapat berbagai macam kebaikan dan juga keburukan jika berjalan menyusurinya. Di dalam hutan yang penuh misteri tersebut memiliki banyak fasilitas di dalamnya sesuai yang kita inginkan. Seperti Jejaring sosial juga ada di dalam hutan belantara yang bernama internet.

Read the rest of this entry

Kenali Sifat dan Kepribadian Anak Lewat Sidik Jari

Standar

Jangan remehkan sidik jari anak Anda! Kenapa begitu? Sidik jari dapat mengetahui sifat dan kepribadian anak Anda. Dengan begitu, Anda sebagai orangtua tak perlu susah-susah untuk menerapkan pola asuh yang tepat bagi mereka.

Psikolog Anak, Efnie Indrianie, M. Psi menyatakan, sidik jari berhubungan erat dengan tingkat kecerdasan otak anak, dan kerjanya bebarengan dengan kerja otak. Semakin dini tahu sidik jari anak, semakin baik pula bagi ibu untuk menerapkan pola asuh anak. Perlu diketahui kecerdasan otak dan perkembangan anak, selain dipengaruhi dari faktor genetik, juga dipengaruhi oleh stimulasi dan lingkungannya.

Sidik jari sendiri sudah muncul saat janin berusia 13 minggu. Menurut Efnie, semakin dini sidik jari anak dan ibu diketahui, maka akan baik pula perkembangan anak. Kira-kira usia 4 bulan, tes sidik jari sudah mulai bisa dilakukan.

Lewat tes sidik jari, kita dapat mengetahui banyak hal. Misalnya saja gaya belajar anak apakah masuk ke dalam golongan visual, auditori, kinestetik; kemampuan soft skil anak (kepercayaan diri, kepekaan, inisiatif, dan proses kreatif ); tipe ekplorasi anak (realitas, imaginatif, observasi); serta potensi dan bakat anak. Untuk ibu, dari sidik jarinya bisa terkuak pola gaya asuhnya. Apakah tipe alamiah (mengikuti alur perkembangan anak begitu saja), tipe membimbing (memberi batasan dan aturan pada anak), tipe responsif (mudah membuat keputusan untuk anak), atau tipe analitis ( berpikir banyak sebelum membuat keputusan pada anak).

Dengan mengetahui gaya belajar anak kita bisa mempersiapkan diri untuk mendukung tumbuh kembang si anak. Untuk tipe imaginatif, ibu harus banyak menyediakan alat-alat edukatif di rumah agar dia bisa menganalogikan sesuai kenyataannya. Kalau mau marah pun, ibu juga harus menyesuaikan dengan kondisi anaknya. Kalau gaya belajarnya visual, cara marah tidak dilakukan dengan membentak, melainkan dengan memberikan contoh yang benar.”

Efnie melanjutkan, analisis sidik jari memiliki akurasi yang lebih tinggi ketimbang tes psikologi. Angkanya mencapai 87,91%, sedangkan tes psikologi hanya 65%. Analisis sidik jari juga memebrikan hasil yang tetap, tidak berubah, meski diulang beberapa kali atau sampai individu meninggal. Hal ini disebabkan sidik jari bersifat permanen, spesifik, dan klasifikatif. Berbeda dengan tes psikologi, yang pada umumnya hasil yang diperoleh dipengaruhi situasi diri yang dialami individu saat melaksanakan tes. Dengan begitu, hasil yang diperoleh bisa berbeda setiap saat.

Proses analisis sidik jari ini cukup singkat. Sepuluh jari ditempelkan pada sebuah alat khusus secara bergantian. Setelah itu dalam layar komputer – lewat program khusus tentu saja – akan muncul lubang-lubang serta guratan sidik jari. Dari sanalah kepribadian anak dan ibu akan dianalisis. Selang beberapa menit hasilnya dapat diketahui.

Tes sidik jari bisa pula digunakan untuk membantu proses terapi anak down syndrome. Menurut Efnie, mereka memiliki sidik jari yang khas. Efnie menambahkan tes sidik jari ini bisa dilakukan pada ayah. Tak hanya itu, segala usia pun bisa melakukannya. Khusus untuk usia 20-an ke atas, tes ini lebih pada tujuan untuk pengembangan diri mereka. Untuk diketahui, tes sidik jari ini berkisar Rp 300.000,-.

ALASAN MEMPELAJARI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

Standar

Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga menentukan cara berkomunikasi kita yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan norma yang ada pada masing-masing budaya. Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi komunikasi lintas budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu. Read the rest of this entry

Komunikasi antar Budaya ; Definisi, dan Hambatannya

Standar

Definisi yang pertama dikemukakan didalam buku “Intercultural Communication: A Reader” dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).
Definisi lain diberikan oleh Liliweri bahwa proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda (2003, p. 13). Apapun definisi yang ada mengenai komunikasi antar budaya (intercultural communication) menyatakan bahwa komunikasi antar budaya terjadi apabila terdapat 2 (dua) budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses komunikasi.
Read the rest of this entry

Basa-Basi “Trademark” Budaya Komunikasi Indonesia

Standar

1. Definisi Budaya Komunikasi
Budaya :
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal. Jadi, budaya adalah hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal1a.
Dalam bahasa Inggris, budaya disebut dengan culture. Culture berasal dari bahasa latin colere yang berarti mengolah dan mengerjakan. Definisi ini akhirnya berkembang menjadi segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam1b.
Guru besar antropologi mendefinisikan budaya adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia, yang harus dibiasakan dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu. Ini berarti menyangkut mentalitas atau sistem nilai dalam masyarakat2.
E.B Tylor mendefinisikan bahwa budaya adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat.
Edward T.Hall mengatakan, budaya adalah alat kehidupan bagi manusia, sehingga tak ada satupun kehidupan yang tak tersentuh budaya. Read the rest of this entry